Banyak yang bertanya, apa itu Co-axial movement? apa bedanya juga kelebihannya? dibandingkan dengan movement mekanik buatan swiss lainnya, dan apakah kaliber Co-Axial ini bener in-housenya OMEGA..??

Penasaran….yuuu mari kita simak…

Kaliber Co-Axial adalah sebuah revolusi dalam dunia mekanik in-house movement yang ditemukan dan didevelop oleh seorang british watchmaker bernama George Daniels, pada tahun 1976, dan dipatenkan pada tahun 1980, setelah itu ditawarkan ke beberapa merek teknologi tersebut tapi waktu itu tidak ada yang tertarik.



sampai akhirnya OMEGA, melalui keputusan cerdasnya Nicholas Hayek mengakuisisi teknologi Co-Axial tersebut karena dia melihatnya sebagai sebuah kesempatan yang sangat besar.
Dan terbukti setelah diakusisi oleh OMEGA pada tahun 1969, Omega mulai mengimplementasikan kaliber Co-axial dibeberapa lineup jam tangannya melalui kaliber 2500, dan sampai sekarang kaliber Co-axial menjadi salah satu menjadi selling pointnya OMEGA yanng diklaim lebih akurat chronometer grade, power reservenya lebih lama dan lebih durable service periodenya, diklaim 7-8 tahun baru service rutin, sementara movement swiss lainnya rata-rata 4 tahun.



jadi apa itu Co-Axial Movement atau kaliber Co-axial, dan apa bedanya dengan movement mekanik swiss pada umumnya, dan apa kelebihannya..??,
saya coba jelaskan dari movement mekanik yang biasa dulu, salah satu bagian dari jam tangan yang bekerja paling keras dalam sebuah movement mekanik adalah bagian pallet fork, dimana tenaga yang dihasilkan, dikeluarkan melalui escape wheel ditahan oleh pallet fork dijaga beatnya dan diseimbangkan oleh balance wheel, mekanisme sederhananya, pallet fork ini terdiri dari dua ujung dengan jewel dimasing-masing ujungnya biar lebih tahan lama, dan pallet fork ini menahan gerakan escape wheel secara berkala, ini yang menyebabkan bunyi detak di jam tangan mekanik.
Ini akan terjadi terus menerus, escape wheel selalu akan bersentuhan secara langsung dengan pallet fork sehingga dimungkinkan dalam periode tertentu akan menjadi aus atau friction yang menyebabkan movementnya menjadi tidak akurat.



Inilah point nya dari Co-Axial, mengurangi gesekan langsung antara pallet fork dengan escape wheel dengan menambahkan Co-Axial gear, dan mengubah bentuk pallet fork juga menambahkan pallet disisi balance wheel. Jadi jumlah pallet nya kalau yang biasanya hanya ada dua pallet dan satu impluse pin, Sedangkan kalau di Co-Axial, punya 4 pallet dan satu impuls spin, yang setiap pallet mempunyai tugasnya masing-masing, untuk pallet no.1 dan no.3, bertugas untuk lock dan unlock escape wheel melalui Co-axial gear, sedangkan pallet 2 dan 4, bertugas transmiting dan regulating impuls dari balance wheel.
sementara di movement mekanik lainnya. Biasanya dua pallet yang ada, dan memgembangkan tugas dua-duanya, yaitu lock dan unlocking juga sekaligus regulating impuls.



Dengan Co-Axial Escapement, gesekan antara Escape wheel dengan Pallet Fork menjadi lebih ringan tidak ada kontak keras seperti di movement biasanya. Coba kita bandingkan, dengan Co-axial gear, pallet didorong atau di geser tidak bersentuhan secara frontal seperti di mekanisme escapement pada movement mekanik pada umumnya.
Sebenarnya itu saja bedanya, dengan adanya bantuan Co-axial, maka kerja pallet akan jauh lebih ringan tidak bersentuhan keras dengan escape wheel, sehinga movementnya jauh lebih terjaga, kemungkinan frictionnya kecil, lebih akurat dan lebih durable, sehingga diklaim secara periodenya, bisa 7 sampai dengan 8 tahun kemudian, baru service rutin, sementara dimovement Swiss pada umumnya hanya berumur 4 tahun.



Selain escapementnya dirubah, Omega juga menambahkan twin barrels untuk menambah power reserve dan menggunakan Si14 Silikon Balance Spring, Kaliber Co-Axial ini dibuat cukup banyak jenisnya oleh Omega, yang model lamanya sudah lama tidak diproduksi lagi, dan sekarang ini diproduksi banyak jenis yang speknya berbeda-beda dan mendukung fitur yang berbeda-beda ada Co-Axial 8500, ada Co-Axial 801, ada Co-Axial 8511, 8601, 8611, 8602, 8612, 8605, 8615, 8401, 8402, 8403, Co-Axial 8520, 8421, Co-Axial 9300, Co-Axial 9301 dan masih banyak lagi yang speksifikasinya berbeda beda untuk mendukung fitur yang juga berbeda.

PERTANYAAN apakah betul movement Co-Axial ini lebih bagus dari movement swiss lainnya..??
Kalau bicara lebih akurat mungkin kurang lebih sama, apakah lebih bagus, belum bisa dipastikan, kalau untuk lebih tahan lama, mungkin bisa masuk akal, secara teknis logikanya masuk akal, karena mengurangi kontak langsung antara pallet fork dengan escapement wheel, jadi logikanya masuk akal, walaupun konsekwensinya, biaya repairnya pasti lebih mahal, apalagi kalau ganti parts, karena parts Co-Axial ini hanya dimiliki oleh OMEGA dan tidak dijual bebas.



PERTANYAAN berikutnya lagi..
Apakah movement Co-Axial ini betul in-housenya OMEGA..
Dan inilah yang selalu menjadi perdebatan, OMEGA meng claim, ini adalah in-house movement mereka, tapi karena movement Co-Axial ini dibuatnya oleh ETA, makanya banyak orang sampaikan bahwa movement Co-Axial ini bukan in-house movementnya OMEGA.
Seperti yang kita tahu, OMEGA berada didalam satu group dengan merek-merek dibawah naungan Swatch group sementara perusahaan movement yaitu ETA, juga merupakan subsidernya Swatch Group, jadi sederhananya mereka masih didalam payung yang sama, dan diketahui juga, memang ETA membuatkan secara eksklusif untuk dua brand dibawah naungannya swatch group yaitu OMEGA dan LONGINES, jadi ETA membuatkan movement khusus buat merek-merek tersebut sementara desain dan teknologinya adalah dari OMEGA dan LONGINES.
Karena OMEGA dan ETA dalam satu payung yang sama makanya banyak juga orang yang membenarkan bahwa Co-Axial kaliber itu adalah in-house movementnya OMEGA, tapi ya, tidak sedikit juga orang yang berpendapat bahwa itu bukan in-house karena movementnya tidak dibuat oleh OMEGA.
yang saya kurang paham, yang mungkin juga belum dipahami oleh kebanyakan orang, apakah ETA itu menggunakan basis movement dari movement yang mereka sudah punya..?? atau apakah betul mereka membangun tersendiri terpisah untuk membuat Co-Axial ini..?,
untuk hal ini saya juga kurang mengetahuinya, tapi sejauh ini saya masih considerer, Co-Axial itu sebagai in-house movementnya mereka, dan yang membuat kebanyakan orang berpendapat itu bukan in-house movement karena diproduksinya bukan oleh OMEGA tapi oleh ETA, dan untuk harganya juga tidak seheboh harga merek-merek yang lain.



Jadi bagaimana menurut kalian, apakah Co-Axial ini in-house movementnya OMEGA atau bukan??
Menurut saya, sejauh ini OMEGA masih merupakan sebuah merek yang saya kagumi, saya sangat mengagumi beberapa model-model OMEGA walaupun beberapa desainnya, terlalu berlebihan belakangan ini, tapi beberapa model ikoniknya masih sangat saya kagumi, seperti misalnya, Speedmaster Moonwatch, Seamaster, Speedmaster kemudian Aquatera, diluar teknologi Co-Axial, dan menurut saya, teknologi Co-Axial ini merupakan sebuah terobosan yang bagus, walaupun tidak diciptakan oleh OMEGA, tetapi OMEGA punya move yang bagus dengan mengakuisisi buatan dari George Daniel tadi, dan sampai sekarang teknologi Co-Axial Kaliber menjadi salah satu selling point merek OMEGA.

Tertarik ingin mencoba koleksi OMEGA dengan movement Co-Axial?