Pada tahun 1987 pemilik jam tangan ini baru bekerja sebagai pegawai negeri sipil di sebuah instansi pemerintah, dan karena keterlambatan SK pengangkatan selama 1 tahun maka pemilik jam tangan ini akhirnya mendapatkan pembayaran akumulasi atau rapelan atas keterlambatan SK tersebut. sebagai bentuk perayaan dia pun menghadiahi dirinya dengan membeli jam tangan bermerek TITONI COSMO KING DAYDATE tepatnya pada tanggal 3 Juli tahun 1987 dengan harga Rp. 240.000.-,



mungkin kalian akan melihatnya sebagai harga yang murah saat ini, tapi di tahun tersebut gaji pemilik jam tangan ini hanya Rp. 18.000.- dan jam tangan ini begitu mahal pada kala itu, kalau kita hitung dengan kalkulator nilai masa lalu di hari ini, Rp. 240.000.- pada tahun 1987, kurang lebih senilai 3,8 juta di tahun 2021, semuanya dia jaga dengan baik, kartu garansinya masih disimpan, kwitansinya pun juga masih dalam kondisi yang baik, termasuk juga jam tangannya yang masih dikategorikan kondisinya sangat baik, kelihatan jarang dipakai dan semua extra link nya pun masih lengkap.



jam tangan yang dipilih adalah jam tangan bermerek TITONI di model COSMO KING DAYDATE, dengan model referensi 737-360 Two Tone Jubille bracelet, jarang sekali orang membahas brand ini, atau bahkan ada yang tidak tahu sama sekali soal brand TITONI, dulu pemilik jam tangan ini pun beli brand TITONI karena menurut mereka ini adalah brand yang jarang dipakai sama orang-orang di Indonesia pada saat itu, merek TITONI ini dulunya bernama FELCA sebuah brand Swiss dengan founder bernama Fritz Schluer yang sejak tahun 1851, mulai membangun bisnisnya dan resmi berdiri pada tahun 1919 dengan nama FELCO yang dirubah menjadi FELCA AG.



dari sejak awal brand-brand Felca ini memang tidak mau hingar-bingar, slogannya begitu tegas.

WE ARE NOT WHAT YOU CONSIDER A TRENDSETTER, WE PRODUCE WATCHES FOR SELF-ASSURED PEOPLE WHO KNOW THEY ARE AND WHAT THEY WANT”

Benar-benar sebuah statement yang tegas, walaupun begitu brand FELCA masih mengikuti tren dalam dunia horologi, sejak tahun 1930 brand ini mulai mengedepankan jam tangan yang fashionable, tahun 1935 mulai menyentuh modern luxury watches lalu pada era perang dunia pun, FELCA mensuplai 30.000 lebih jam tangan untuk tentara Amerika, sampai tahun 1950 mereka Felca sangat dikenal terutama di midle east seperti di Saudi Arabia, Syria, Irak, India dan Malaysia, yang pada saat itu perusahaannya dipegang sama anak tertua dari Fritz Schluer bernama Bruno Schluep, keyakinan akan market Asia Tenggara Bruno pun mulai merambah Asia dengan mengajak seorang pebisnis dari Singapura bernama Mr. Koh Mui Yew, untuk mengembangkan brand Felca yang menggabungkan Qualitas Swiss dengan pasar bisnis Asia, maka pada tahun 1950, Felca pun berganti nama menjadi TITONI dengan logo MEIHUA atau PLUM BLOSSOM sebagai cerminan Asia dalam logonya.



dengan nama TITONI, arah brand ini pun mulai ke arah middle up dan Luxury setelah Fritz Schluer meninggal dunia, Bruno pun mengembangkan bisnisnya, nama FELCA tidak dihilangkan, tetap berkonsentrasi juga di Eropa dengan nama FELCA & TITONI UHREN AG sejak 1960, sementara di Asia dan Middle East tetap dengan brand TITONI, strategi baru dengan brand TITONI ini sangat berhasil, banyak model-model bagus yang dikeluarkan oleh TITONI dari sejak tahun 1960, sampai pada tahun 1980-an.



Bruno pun meninggal pada tahun 1981, dan dilanjutkan oleh generasi ketiganya yang bernama Daniel Schluep, yang mulai serius mengarahkan TITONI untuk didefinisikan sebagai brand Luxury yang ditengarai dengan kehadiran model-model Cosmos, seperti Cosmo 3000, Cosmo 88, Cosmo Gold dan lain-lain.



Build quality TITONI sangat bagus, walaupun sebagai brand tidak terlalu populer, bahkan kadang jauh dari radar para pecinta jam tangan yang banyak dirasuki arwah Rolex, Patek dan lain-lain, TITONI pun terus berkarya sampai hari ini dengan model-model segar lainnya, TITONI juga dikenal memiliki movement in house sendiri dari dulu yang disebut kaliber T10, walaupun kebanyakan modelnya menggunakan movement pihak ketiga, seperti yang memotori model cosmo King yaitu movement ETA 2834.

Tidak semua orang tahu soal brand ini, tapi itu tidak penting untuk TITONI, yang penting para penggunanya tahu persis, siapa dirinya dan tahu persis apa yang mereka inginkan dengan membeli jam tangan TITONI.
Sejarah TITONI mungkin tidak dianggap penting oleh pemilik jam tangan tapi sejarah dan perjalanan untuk memiliki jam tangan, jauh lebih penting buat dia, penuh perjuangan penuh memori sehingga sampai hari ini pun masih bisa dinikmati.