Topik kali ini adalah mengenai INHOUSE MOVEMENT, yang selalu dijadikan kebanggan buat merek jam tangan dan pengguna dari merek jam tangan tersebut, inhouse movement terminologi juga sering digunakan sebagai pembenaran atas sebuah harga jam tangan yang sangat mahal,
saya akan coba kupas fakta dibalik terminologi tersebut.

Apakah inhouse movement itu memastikan tingkat kualitas dan akurasi yang lebih baik??, dibandingkan dengan movement general seperti ETA, SELLITA, SOPROD, SEIKO atau MIYOTA.

Selanjutnya apakah harganya worthed atau terlalu mahal atau ternyata selama ini kita sudah terjebak dengan pola harganya..??
 
MARI KITA KUPAS..
Kalau bicara perihal inhouse movement topik ini sebenarnya ini sudah lama jadi perbincangan di kalangan pengamat jam tangan, karena banyak fakta-fakta yang tidak sesuai dengan terminologi inhouse movement itu sendiri, yang dilakukan oleh beberapa merek jam tangan yang digunakan untuk mendongkrak harga jam tangannya. 

Pengertian inhouse movement itu sendiri adalah movement yang dibangun oleh merek jam tangan tertentu untuk mensupport merek jam tangan tersebut, jadi arti sebenarnya adalah, movement tersebut dibuat sendiri oleh merek jam tangannya bukan menggunakan movement pihak ketiga seperti SELLITA, ETA, SEIKO dan lain-lain.

Pertanyaanya selanjutnya adalah, apakah semua inhouse movement itu real dibuat oleh mereknya..??

Nah untuk menjawab pertanyaan diatas, coba kita bayangkan berapa besarnya investasi yang dibutuhkan oleh sebuah merek jam tangan, untuk memproduksi movementnya sendiri atau inhouse movement, dan memang pada kenyataannya, banyak merek jam tangan yang memiliki movement yang mereka claim sebagai inhouse movementnya, tapi kenyataannya tidak seratus persen, bahkan tidak sama sekali.



terminologi inhouse movement itu saya bagi menjadi 3,
 
#PERTAMA, REAL 100% INHOUSE
adalah real inhouse movement, manufacturing oleh brand yang bersangkutan, sebut saja merek ROLEX, AUDEMARS PIGUET, VACHERON dan PATEK PHILLIPPE yang dari sejak awal, merek ini fokus untuk mendevelop movementnya mereka sendiri, seperti contohnya movement kaliber 3135 ROLEX, yang sering digunakan di SUBMARINER lalu ada Audemars Piguet dengan movement kaliber 3120 yang sering dipakai di model 15400 dan lain-lain.
Tapi selain itu mereka juga ternyata mendevelop movement mereka dengan menggunakan baseplate atau dasar movementnya itu dari merek lain, seperti JAEGER-LECOULTRE, LEMANIA, VALJOUX, ZENITH dan FREDERIQUE BREGUET sebagai dasar untuk membangun kaliber mereka sendiri, jadi tidak serta merta 100% partsnya diproduksi oleh mereka sendiri, mungkin 90%, mungkin juga 75% bahkan mungkin juga hanya 50%.
Di era modern mekanikal watch, merek dari SEIKO juga tidak kalah, mereka mengeluarkan movement inhouse mereka, dengan kaliber-kaliber yang sering kita dengar 4R35, 4R36, atau THE SPRING DRIVE yang totally mereka develop sendiri untuk jam tangannya mereka.


 
#KEDUA, EXCLUSIVE 3RD PARTY MOVEMENT
adalah movementnya diproduksi oleh pihak ketiga tapi dibuat secara exclusive untuk merek tertentu yang berbeda dari movement lain.
Tidak banyak fakta yang bisa saya gali di materi ini karena pasti pihak brand dari jam tangan tersebut akan menutup rapat-rapat informasinya tentang siapa yang sebenarnya memproduksi dalam tanda kutip inhouse movementnya mereka, salah satu contoh yang saya tahu adalah movement LONGINES CALIBRE L688.2 Chronograph yang dibuat oleh perusahaan ETA secara eksklusif buat longines dan ETA tidak mau memproduksi movement tersebut untuk jam tangan lain.


 
#KETIGA, MODIFYING 3RD PARTY MOVEMENT.
adalah mengambil movement dari pihak ketiga seperti ETA, SELITTA dan lain-lain, lalu melakukan modifikasi total sehingga sama sekali berbeda dari movement yang sebelumnya. Sebelum perusahaan ETA ini sempat ditegur oleh pemerintah Swiss waktu itu, karena memonopoli movement industri di Swiss dan didunia, movement ETA ini berserakan ada dimana-mana dan digunakan oleh banyak sekali merek jam tangan SWISS dan membuat industri mekanikal watches menjadi lebih males, jadi mereka cukup membeli mesin ETA lalu memodifikasinya sesuai dengan merek jam tangan tersebut, dari mulai simple modifikasi sampai dengan yang heavy modifikasi, dan kemudian movement tersebut diclaim sebagai dalam tanda kutip, inhouse movementnya dari merek jam tangan tersebut.
beberapa contohnys seperti di jam tangan IWC Portuguese Chronograph di model references 3716 yang claim, bahwa movementnya adalah inhouse kaliber 39750, fakta yang sebenarnya adalah movementnya tersebut adalah hasil modifikasi dari movement ETA 7750, dan harga jam tangan IWC Portuguese ini juga tidak main-main bisa sampai $8.875 atau bisa sekitar 100 jutaan untuk movement base 7750 ETA.



lalu ada juga contoh lain yaitu ULYSSE NARDIN di model 224887 San Marco GMT, yang harganya bisa sampai $4.499 atau sekitar 70 jutaan, mereka sampaikan bahwa movementnya adalah Kaliber UN-22 yang fakta sebenarnya adalah movement tersebut merupakan hasil dari modifikasi dari movement ETA 2892 dan masih banyak lagi termasuk BREITLING, PANERAI dan OMEGA yang menggunakan ETA base movement, yang kemudian diclaim sebagai inhouse movement dan dibandrol dengan harga yang tidak main-main.



Tapi setelah ETA membatasi supply movementnya, akhirnya mereka kembali berinovasi dan memproduksi inhouse movementnya dengan benar tapi ya balik lagi, harganya jadi mahal sekali, hanya merek-merek jam tangan yang berada dalam lingkaran SWATCH GROUP yang masih menggunakan movement base dari ETA, yang jelas-jelas satu group dengan mereka.
Lalu ETA mengeluarkan movement-movement tersebut khusus untuk merek-merek yang berada didalam groupnya, lalu mereka sebut, movementnya sebagai inhouse movement, padahal modifikasi dari movement yang dibuat oleh perusahaan movement di group mereka sendiri yaitu ETA.



Pertanyaan berikutnya, Apakah inhouse movement itu lebih berkualitas dan lebih akurat....??
Jawabannya adalah BELUM TENTU, saya harus sampaikan untuk merek-merek premium seperti Patek Philippe, Vacheron dan selevelnya termasuk ROLEX, mereka memang betul menyajikan kelas Craftmentship movement ini dengan sangat baik, termasuk akurasi dan kompleksitas dari movement tersebut, kalau kita mau beli merek-merek ini, maka kita juga harus siap dengan harga-harganya yang sangat mahal sampai ratusan juta bahkan sampai milyaran, tapi buat merek-merek yang memodifikasi movement third party, saya harus bilang, HARGANYA KEMAHALAN, dan mereka terlalu malas, menjadikan terminologi inhouse movement hanya sebagai marketing tools buat mendongkrak harga jam tangan mereka, dan untuk kualitas, saya bisa sampaikan, ya sama saja, pada umumnya TIDAK LEBIH BAIK tapi dengan mereka sampaikan punya inhouse movement, mereka berani membandrol harga yang sangat tinggi seperti contohnya seperti IWC Portuguese Chronograph yang tadi saya sebutkan diatas, harganya bisa sampai seratus jutaan, sementara untuk harga mesinnya sendiri hanya 7 jutaan, dan masih banyak lagi jam tangan yang saya nilai yang harganya terlalu overprice.

Third Party movement atau movement pihak ketiga sudah terbukti sangat realiable seperti ETA, Selitta sudah terbukti sangat realiable, bahkan ada fakta, yang sangat menarik, Audermas Piguet chronograph movement yaitu kaliber 3126 banyak yang di COMPLAIN di forum, karena mudah rusak.
 
KESIMPULAN
Kalau buat saya, inhouse movement di level-level tengah sama sekali bukan sebuah status atas kehebatan movementnya, baik dari sisi qualitas maupun akurasi, mereka menggunakan itu sebagai tools marketing belaka, yang pada akhirnya harga jam tangannya menjadi sangat overprice.
saya tahu persis mendevelop movement 100% inhouse itu, perlu investasi yang sangat besar, jadi saya sangat yakin merek-merek jam tangan Swiss kelas tengah, mengambil shortcut biar lebih murah, dan tetap mengclaim movementnya adalah inhouse, padahal belum tentu 100% bahkan belum tentu 50%, itu kalau menurut saya, bagaimana menurut kalian??