Sebagai seorang watch antusias, saya yakin,kalian atau saya, pernah menemukan beberapa hal kecil yang sangat menganggu atau membuat kita jadi gemes yang dilakukan oleh sebuah produsen jam tangan yang dilakukan terhadap jam tangannya.

Sudah hampir sempurna secara keseluruhan tetapi tiba-tiba kalian menemukan sebuah hal kecil yang dinilai kurang diperhatikan bahkan bisa menghilangkan nilai-nilai positif yang lain.

Untuk itu saya coba rangkum, 10 hal yang menganggu dalam dunia horology, dan rangkuman ini lebih bersifat umum tidak hanya dari pendapat saya sendiri, setidaknya hal ini adalah hal yang sering saya temui dari relasi-relasi saya atau dari beberapa costumer saya, selama berkecimpung dalam dunia horology.
 
SCREW PIN VS PUSH PIN
Untuk yang satu ini, berlaku buat saya, buat kalian yang belum tahu bedanya, sebuah bracelet jam tangan terdiri dari susunan banyak link dengan berbagai style. Pin inilah yang menghubungkan link-link tersebut dan untuk beberapa link yang berada diposisi bawah, biasanya removeable, bisa dilepas, disesuaikan ukurannya dengan pergelangan tangan kita, mekanis removing link tersebut biasanya dengan 2 cara,



Cara yang pertama adalah dengan cara PUSH PIN, artinya kalian harus menggunakan alat khusus untuk mendorong pinnya hingga lepas, atau kasarnya diketok, ini yang disebut dengan push pin, tapi di model bracelet, sepertinya push pin sudah jarang sekali dipakai, diganti dengan cara yang kedua, SCREW PIN, jadi buat lepas pin nya sudah tidak perlu diketok lagi. Tapi bisa pakai obeng kecil. Karena mekanisnya memang baut. Makanya disebut screw pin yang terbukti jauh memudahkan dalam proses lepas dan pasang linknya.



bisa dilakukan sendiri tidak perlu menggunakan alat khusus, dan tidak perlu sampai, dibawa ke tukang service jam tangan, dan yang membuat jadi gemes, adalah banyak merek-merek jam tangan baik itu microbrand mapun mainstream, bahkan merek yang sudah sangat terkenal sering melupakan teknologi screw pin, padahal ini bukan pekara yang sulit dan akan sangat memudahkan usernya mereka kalau mereka harus adjust braceletnya, merek SEIKO misalnya, yang sering melupakan screw pin dan mereka tetap dengan mekanis push pin, padahal harga jam tangannya sudah mahal, sudah diatas 5 juta, bahkan diatas 10 juta, sebuah hal kecil yang tidak membutuhkan investasi besar untuk sebuah merek tapi sering diupakan, padahal manfaatnya besar.
 
PRESS CLASP VS MILD CLASP
Kalau soal ini sebenarnya saya tidak terlalu terganggu atau membuat saya jadi gemes, karena secara fungsi, sama saja, tapi rupanya banyak juga yang terganggu dengan hal yang ini, terutama kalau mereka melihatnya dari harganya, sebuah jam tangan dengan harga medium keatas, sepertinya tidak layak lagi pakai PRESS CLASP yang terkesan tidak niat, ringkih dan faktanya memang lebih murah, sementara disisi lain banyak merek-merek jam tangan yang price pointnya jauh dibawah itu, mereka sudah menggunakan MILD CLASP yang terkesan kokoh secara quality juga bagus dan lebih premium, contohnya adalah merek SEIKO, di model SEIKO 5 GMT, dengan harga bandrol yang tidak murah, tapi claspnya masih menggunakan PRESS CLASP, sekali lagi secara fungsi saya tidak terlalu terganggu soal ini sebenarnya, saya melihatnya ini lebih seperti strategi cutting cost saja.


 
MICRO ADJUSTMENT
Masih di area bracelet dan yang satu ini saya setuju, memang kadang-kadang sangat menganggu, micro adjustment adalah ruang penyesuaian kecil dari bracelet, dimana kita tidak perlu lagi melepas linknya, kenapa ini menjadi penting karena pergelangan tangan kita itu tidak statis, dalam suhu atau cuaca tertentu, kadang mengembang kadang mengecil, dan ada juga bahkan yang punya pergelangan tangan ukurannya berbeda antara kanan dan yang yang kiri, tidak 100% sama,



demi kemudahan adjusting, terciptalah ide micro adjustment yang di implimentasikan dengan banyak cara, ada yang ON THE FLY adjustment, GLIDE LOCK adjustment di ROLEX atau PUSH PIN MICRO adjustment yang lebih umum digunakan oleh merek-merek micro, dimana ada beberapa lubang yang bisa disesuaikan pinnya mau ditaruh di posisi, kalau kalian merasa braceletnya perlu dilonggarkan atau dikencangkan sedikit, faktanya banyak merek-merek jam tangan yang sering melupakan pentingnya micro adjustment, terutama yang claspnya bergaya butterfly yang memang tidak ada space buat taruh micro adjustment, untuk ini saya bisa mengerti, tapi sebenarnya ada sebuah merek jam tangan yang claspnya bergaya butterfly tapi mereka terus mencari cara, bagaimana caranya buat micro adjustment, merek FORMEX salah satunya, apalagi kalau merek-merek tersebut memang memilih Deadline clasp, atau volt over clasp dimana banyak ruangan disitu untuk membuat micro adjustment, ada merek yang menggunakan volt over clasp atau dept over clasp tapi sama sekali tidak diberi micro adjustment, Rado captain cook misalnya, clasp dan braceletnya sudah ok, tapi tidak satu lubang pun mereka taruh di sisi claspnya buat micro adjustment dan tidak ada On the fly adjuster juga.


 
MISALIGNED BEZEL
Untuk hal ini sebenarnya saya tidak terlalu terganggu, tapi setelah mendengar banyak orang yang mengeluhkan ini, di youtube-youtube juga banyak juga dibahas, hampir semua youtuber jam tangan pernah mengangkat issue ini, pada akhirnya saya melihatnya lebih ke kurang niat, terkesan ignorance, cutting cost dalam masalah quality control, tidak hanya di youtube-youtube banyak costumer atau relasi saya pun tiba-tiba datang ke tempat saya, bawa SEIKO diver nya yang mahal, dan minta bezelnya dibuat line, dari sejak itu saya melihatnya kenapa gemesin ya, sebuah hal yang kecil tidak membutuhkan investasi besar, untuk sebuah merek sebesar sebesar SEIKO tapi sering dilupakan, dan cenderung dibiarkan.


 
UNNECESSARY COMPLEX LOOKS
Apa maksudnya, banyak merek-merek jam tangan yang memang mengusung kompleksitas dalam desain jam tangannya, contohnya adalah merek Richard Mille sebagai merek besar yang diketahui mengusung konsep ini, atau merek-merek lain seperti Urwerk, Sevenfriday atau merek-merek micro seperti CIGA DESIGN, XERIC, ATOWAK, OLTO 8 dan lain-lain. Tapi harap dicatat mereka memang membuat mekanismenya kompleks bukan hanya sekedar hiasan saja, bahkan mereka harus memodifikasi movementnya untuk bisa mensupport kompleksitas desain dari jam tangan mereka dan untuk mendukung fitur-fitur dari jam tangan tersebut dan disisi lain banyak merek-merek terutama di level medium kebawah yang mereka ingin membuat sebuah desain yang terkesan komplek padahal tidak, mereka hanya mengambil movement skeleton dari pihak ketiga lalu menambahkan bridge-bridge, yang terkesan tidak penting,


atau misalnya mereka mempertontonkan balance wheel nya, seolah menjadi sebuah jam tangan komplek, yang mereka sebut dengan OPEN HEART, parahnya lagi banyak orang-orang yang menyangkanya kalau itu adalah Tourbillon movement, padahal hanya sekedar balance wheel yang dipertontonkan, memang tidak menganggu hanya saja menurut saya ini berlebihan.


 
NO DATE WITH DATE MOVEMENT
Mungkin diantara kalian ada yang pernah dengar dengan istilah Ghost position, jadi sebuah jam tangan tanpa fitur tanggal, tapi pakai movementnya, adalah movement yang mensupport fitur tanggal, sehingga ada posisi crown yang harusnya buat setting tanggal, tapi pada akhirnya kosong, tidak merubah apa-apa, kenapa ini buat jadi gemes, karena diluar sana banyak movement pihak ketiga yang memang sudah didesain untuk tidak mensupport fitur tanggal, sehingga tidak perlu ada Ghost position, yang terkesan kurang niat, contoh movement SEIKO NH38A no date, atau MIYOTA 9039 no date, tapi kadang saya harus mengerti, mereka melakukan itu memang karena mereka sudah membeli movementnya dalam jumlah besar atau MOQ yang besar, dan disisi lain, mereka juga harus atau mau membuat jam tangan yang bervariasi, terutama dari sisi tanggal yang paling simple, daripada mereka harus membeli movement no date lagi dengan MOQ yang tidak sedikit, mending mereka utilize movement yang sudah mereka beli dan belum mereka pakai.


 
SHOWING REGULER MOVEMENT
Tren exhibition case atau display caseback, sebetulnya sudah ada dari jaman dulu, ketika sebuah movement dibuat seindah mungkin untuk dipertontonkan dibagian belakang jam tangannya, dan harus diakui beberapa movement terutama yang inhouse movement memang indah sekali. Dekorasinya cantik, kelihatan sekali sebuah advance mekanikal engineering mempersenjatai jam tangannya. tapi sekarang ini saya bisa katakan jarang sekali sebuah merek jam tangan menggunakan movement yang mereka bangun secara inhouse 100%, rata-rata mereka menggunakan movement pihak ketiga atau Of the self movement yang sudah dirancang sederhana, contoh miyota 9015, movementnya bagus tapi tidak indah dilihat, buat dilihat atau SEIKO NH35 masih agak lumayan, atau SEIKO VK series movement, atau movement yang lain. Yang buat gemes adalah banyak merek-merek jam tangan yang masih mempertontonkan movement-movement tersebut, yang terkesan biasa dan tidak terlalu indah. Kalau menurut saya, mendingan tidak usah dipertontonkan, karena secara tampilan pun tidak terlalu cantik, biasa saja, satu-satunya movement pihak ketiga yang masih saya nilai cantik tampilannya, adalah movement SEAGULL ST Series, masih kelihatan cantik, kalau yang lain saya nilai biasa saja, kecuali rotornya diganti atau ditambahkan dekorasi lagi, ya itu kembali ke masalah selera.


 
RENAMING 3RD PART MOVEMENT
Masih di area movement, seperti yang tadi saya sampaikan, tidak semua merek jam tangan mampu membuat movement sendiri secara inhouse, bahkan mungkin saya bisa sampaikan, 80% lebih dari merek-merek jam tangan yang ada sekarang ini, menggunakan movement pihak ketiga, atau Off the self movement untuk mendukung jam tangannya mereka, seperti movementnya ETA, Sellita, SEIKO, Miyota, Seagull dan lain-lain. Tapi tidak sedikit juga, merek-merek besar yang dalam tanda kutip memodifikasi movement pihak ketiga tadi, diganti rotornya lalu mereka kasih nama movementnya, jadi seolah-olah kaliber punya mereka sendiri, sebenarnya tidak ada yang salah, hanya saja kalau menurut saya, saya akan lebih menghargai, jika merek-merek tersebut muncul memang apa adanya, cukup sampaikan saja kalau movementnya ini berbasis ETA misalnya, movementnya ini berbasis Sellita SW 200, contohnya adalah merek ORIS, walaupun sekarang mereka sudah punya movement inhouse sendiri, atau merek-merek lain yang memang lebih terbuka apa adanya, tentang movement yang mereka pakai, saya akan lebih menghargai, dan kalau menurut saya tidak akan mengurangi value dari jam tangan yang mereka buat karena untuk menilai sebuah tangan, harganya masuk akal atau tidak, tidak hanya dari movement yang mereka buat, mereka harus mampu menonjolkan bagian-bagian yang lain untuk menarik para costumernya untuk menjustifikasi harganya, contohnya seperti movement Tag Heuer kaliber 5 itu adalah ETA 2824.


 
HACK  MECHANISM
Kalau kalian tanya ke relasi-relasi kalian, yang watch antusias, pilih mana, movement mekanik yang sudah mendukung hack mechanism atau movement mekanik yang belum mendukung Hack mechanism. Rata-rata atau kebanyakan dari mereka akan menjawab, pasti yang sudah mendukung Hack mechanism, walaupun tidak sedikit dari mereka yang tidak tahu apa arti sebenarnya Hack mechanism ini ,dan apa fungsinya dan kenapa hal ini menjadi penting, pokoknya saya watch antusias dan saya memilih movement mekanikal yang sudah mendukung Hack mechanism.
apa itu Hack mechanism? adalah ketika sebuah Mechanikal movement berhenti detiknya pada saat setting jam, fungsinya adalah untuk melakukan setting waktu yang lebih akurat sampai ke level detik, dulu waktu jaman perang hal ini sangat berguna karena tidak ada tools lain, tapi kalau sekarang kalau menurut saya tidak terlalu penting, hack atau non hack sama sekali tidak mempengaruhi dari movement mekanikal tersebut, tapi banyak juga orang-orang yang mendewa-dewakan soal Hack mechanism buat mereka hal ini sangat menganggu, dan yang ada di pikiran mereka adalah pokoknya movementnya harus mendukung Hack mechanism.


 
MECHANICAL MOVEMENT ACCURACY
Hal ini yang paling sering saya temuin dari relasi-relasi saya atau costumer yang punya jam tangan otomatik atau jam tangan mekanik, dimana mereka detail terhadap akurasi jam tangan mekaniknya, jam tangan saya kecepatan 2 detik, jam tangan saya terlalu lambat 1 detik atau jam tangan saya seminggu sekian menit, kadang saya mikir, kenapa harus sedetail itu, sampai menghitung ke level detik sehari, kelebihan 1 detik, 2 detik dan lain-lain. Menurut saya hal ini bisa menjadi perhatian jika jarak akurasinya selisih banyak, tapi buat saya, hal ini jadi ada bagusnya, saya jadi tahu seberapa reliable sebuah movement, merek movement tertentu berdasarkan hasil observasi mereka yang sudah meluangkan waktu lebih untuk menghitung akurasi sebuah movement mekanik yang konon kodratnya, pasti tidak akan lebih akurat dari jam tangan atau movement Quartz atau digital Quartz, orang-orang ini membuat saya jadi gemes, orang-orang yang sangat memperhatikan detail sampai ke movement otomatiknya padahal dari factorynya saja sudah ada default tolerasi akurasi, contoh seperti SEIKO NH series, toleransinya ada di minus 20 sampai plus 40 detik setiap harinya, Miyota 90 series berada diantara minus 10 sampai dengan plus 30 detk sehari, atau ETA 2824 dari Swiss, plus minus 12 - 30 detik sehari.



jadi kalau akurasinya masih berada di range tersebut, ya artinya masih dikategorikan akurasi normal, dengan adanya default toleransi yang official yang disebutkan sama produsennya, itu jelas mengartikan, kalau movement mekanik mereka tidak akurat 100%, dan kenapa malah kita yang jadi susah...

Bagaimana menurut pendapat kalian..?