Jam tangan ini merupakan salah satu line upnya Anniversary nya Seiko yang ke-140 tahun di line up Prospex dibawah ini. Jam ini sering disebut oleh orang-orang sebagai Baby MM atau mini mm dan lain-lain dengan model reference SPB207J1.

Loh bukannya edisi 140 tahun itu yang warna bezelnya biru dan dialnya putih? Jawabannya memang benar, edisi 140 tahun anniversary Seiko ini memang agak sedikit membingungkan karena Seiko membuat dua jenis desain yang berbeda dengan konsep yang sama yaitu konsep alam.

Yang pertama adalah yang konsep desainnya dalah Blue sky yang terinspirasi dari langit diatas laut dengan bezel berwana biru dan dial berwarna putih dan diwakili oleh empat line up. Yaitu line up Prospex model SPB213J1, line up Presage dengan model SPB223J1, line up Astron dengan model SSH093J1, dan model 5 Sport SRPG047J1 yang dikeluarkan di bulan mei-juni 2021. Tapi selain itu, Seiko juga mengeluarkan 3 limit prospex untuk edisi 140 tahun Anniversary.

Edisi ini pun sama merupakan konsep alam yang inspirasinya dari warna alam di gunung Iriomote yang didominasi oleh warna hijau. Ada 3 line up yang mewakili konsep Iriomote green anniversary ini, yaitu pertama adalah Marine Master dengan model SLA047J1, Prospex 200m atau Baby MM dengan model SPB207J1, dan yang terakhir Prospex Chronograph Solar dengan model SSC807J1 yang ketiganya sudah mulai muncul duluan di bulan maret 2021.

Model Baby MM ini cukup lumayan menuai pro dan kontra. Para pecinta Marine 300 mungkin tidak akan melihat Baby Marine Master ini sebagai line up yang satu level. Ya memang bukan, karena tujuan Seiko memang mau membuat Marine Master 300nya menjadi affordable secara harga dan lebih bersahabat dengan tangan kecil karena ukurannya lebih kecil.

Diameter

Diameter realnya di 42mm, instire of 44mm, di MM300 dengan ketebalan 12,8mm, instire of 15mm di MM300, lalu lug tip to lug tipnya hanya 48,5mm lebih kecil dibandingkan dengan MM300 yang lebih dari 50mm dengan lebar lug yang sam ayaitu 20mm.

 

Dial & Crystal

Warna hijau pada jam tangan ini sangat bagus, terlihat kalem, dengan efek sunburst. Kadang-kadang terlihat hijau dan kadang terlihat hitam. Jadi, eksekusi green dialnya benar-benar bagus. Lalu, logo Seikonya di print dengan warna putih agak cembung yang dibuat sangat rapi, finishingnya pun sangat presisi, model handsnya juga dibuat mirip dengan kakanya yaitu MM300. Lalu, di posisi angka 3 ada date window tanpa frame, ini juga sama dengan Marine Master 300. Di bagian terluarnya ada minute tracker yang di print berwarna putih dan di bagian bawah dialnya ada logo prospex automatic dan tulisan Diver’s 200m dengan warna gold yang sangat disayangkan kurang cerah, jadi kurang sama dengan warna gold pada jarum detiknya. Jadi, secara teknis dialnya kurang lebih tidak ada bedanya dengan Marine Master 300.

Di line up Prospex Premium ini, Seiko sudah menggunakan Sapphire Crystal, crystalnya dibuat dome yang membuat efek dial yang lebih dynamic kalau dilihat dari angle tertentu.

Bezel & Insert

Dan untuk bezelnya seperti buasa bergaya coinage dengan gerigi yang agak tajam, finishingnya rapi, kurang lebih sama dengan Marine Master 300, bezelnya agak tinggi berbahan stainless steel dengan mengkombinasikan polish dan brush finish yang eksekusinya sangat bagus. Selain itu, bezelnya juga solid sekali tidak ada bouncing sama sekali. Sementara untuk bezel insertnya berbahan black ceramic dengan diving marker seperti biasanya. Semua marker-marker di bezelnya dibuat dengan sangat rapi, tapi sayangnya tidak dilapisi oleh luminous. Lalu, ada satu poin lagi yang agak sedikit mengganggu walaupun tidak terlalu kelihatan bezel insertnya sedikit berada di bawah ujung bezel. 120 klik uni directional rotating bezel, aksen putar yang firm, tanpa back play, dan cukup centre hanya sedikit agak miss atau mungkin ini karena pengaruh dari crystalnya.

Case & Caseback

Lalu, untuk bagian casenya bentuk casenya khas banget seperti Marine Master 300 walaupun konstruksi Baby MM ini bukan monoblock case melainkan screw down case seperti layaknya jam tangan biasa. Berbahan solid stainless steel, lalu ada flat brush membagi 2 bagian case, finishingnya sangat bagus, dan mempermudah gunta ganti strap. Lalu, di sisi satunya terdapat crown dengan gerigi yang rapi, terdapat sedikit rongga antara case dengan crownnya, sedikit agak disayangkan dan sayang juga permukaannya tidak diberi logo Seiko. Crownnya terkunci atau screw down crown dengan aksen putar yang sangat solid, setting tanggalnya, waktunya pun tidak ada masalah.

Sementara bagian casebacknya bukan monoblock case, melainkan screw down case dengan logo tsunami yang khas sebagai identitasnya line up Seiko Prospex.

Bracelet/ Strap

Kalau bicara masalah kualitas Bracelet berbahan stainless steel dengan finishing yang bagus dan sedikit beda dengan bracelet MM300 yang bergaya phase links, kalau yang Baby MM ini hanya Tri links, dan sangat disayangkan untuk sekelas Seiko premium line, braceletnya tidak dilengkapi oleh scrubbin. Tapi lumayan terbantu dengan classnya walaupun bukan the best class tapi termasuk premium class dengan empat micro adjustment juga dilengkapi dengan diver extension.

Movement & Lume

Movement yang dipakai oleh jam tangan ini sudah premium linenya movement Seiko yaitu Caliber 6R35 walaupun masih running di frekuensi 21.600 VPH, 24 Jewels, 70 Hours PR, dan 200m Diver’s.

Sementara untuk luminous, Seiko tetap pada Lumibritenya yang sangat baik, sangat responsif, sangat terang, dan sangat durable. Walaupun sayang bagian bezel markernya tidak dilapisi luminous.

Jadi, itulah Baby MM yang secara market mampu menjangkau pecinta Marine Master di level menengah dan berhasil terjangkau secara ukuran untuk orang-orang yang punya pergelangan tangan kecil. Secara desain kurang lebih sama dengan Marine Master 300 sebagai salah satu iconnya Seiko dan kualitasnya pun tidak ada masalah dari solid watch, warna dialnya yang cakep banget, dan sangat berkarakter.

Lalu, apa yang kurang setuju terkait dengan konsep Seiko Anniversary ini? Dimana tidak perlu terlalu banyak dan tidak terlalu sering juga yang pada akhirnya jadi sangat membingungkan, mungkin dapat dibuat 1 atau 2 icon per anniversary edition mungkin akan lebih make sense. Tapi ya itulah Seiko, kebingungan penggemarnya justru malah membuat mereka makin nempel di merek Seiko. Dan yang kedua yaitu pricingnya yang menunjukkan bahwa ini merupakan salah satu strategi Seiko untuk masuk ke middle up market melalui edisi anniversary limited edition. Jadi secara harga udah gak terlalu bersahabat lagi dan market pun menerimanya dengan baik bahkan sudah sering digoreng-goreng sampai harganya mahal.

Gimana menurut kalian terkait dengan Seiko edisi Anniversary? Silahkan berkomentar di kolom dibawah ini.

Selamat menikmati jam tangan apapun yang kalian punya, sampai jumpa di artikel selanjutnya !!