Jam tangan mekanik adalah sebuah jam tangan yang mesinnya digerakkan oleh movement mekanik, sementara mekanik itu sendiri adalah sebuah mesin penggerak jam tangan yang bekerja dari sumber energi mekanik yang disalurkan melalui sebuah rangkaian gear dan part yang bekerja secara sinergi sehingga memberikan gerakan yang berkesinambungan yang memberikan sebuah jam tangan menjadi hidup/nyala.



Dan semua itu berasal dari sebuah gulungan / lempengan yang biasa disebut dengan MAINSPRING, atau istilah lainnya pegas yang ditempatkan didalam MAINSPRING Barell yang dimana dibawahnya ada yang disebut dengan ratchet wheel yang berfungsi untuk menahan gulungan MAINSPRING supaya tidak lepas.
Dari sini tenaganya disalurkan melalui gear train, dan gear train yang bersentuhan pertama dengan barell adalah center wheel yang bergerak 60 kali dalam satu jam.



center wheel ini tempatnya jarum menit dan jarum jam, lalu tenaganya disalurkan melalui third wheel untuk mengerakkan forth wheel, forth wheel ini satu putaran penuhnya adalah 1 menit dibagi dalam 60 gerakan 1 detik, dan dari sinilah jarum detik berada, Pada Center Wheel, ada satu pengatur lagi yaitu hour wheel dan minute wheel untuk menjaga interval yang berbeda antara jarum jam dan jarum menit. 



Selanjutnya masuk ke inti dari sebuah movement yaitu escapment dan balance wheel, ini adalah bagian yang paling rentan rusak dari sebuah movement mekanik, Balance wheel dapat bergerak bolak-balik, karena ada hairspring yang mengontrolnya, lalu setiap gerakan bolak-baliknya tersebut di jaga ritme intervalnya oleh yang disebut dengan escapment wheel, yang terhubung melalui pallet fork, dan bagian inilah yang bertugas menjaga detak dari sebuah movement untuk tetap stabil. 



Kembali lagi soal mechanical movement, pertanyaannya adalah
DARIMANA SUMBER ENERGI UNTUK MENGERAKAN MAINSPRING TERSEBUT??
dan hal inilah yang membedakan jenis-jenis mechanical movement, Mari kita ke jaman awal pada saat mechanical movement ini dibuat, dulu semua mekanik hanya mengandalkan crown untuk mengisi powernya, dan pada saat diputar, semakin lama akan semakin berat dan pada satu titik harus stop putar. Jika dipaksakan dikhawatirkan akan merusak mekanis movementnya.



itulah yang dinamakan dengan nama MOVEMENT MECHANICAL HAND WOUND, sampai sekarang pun movement ini masih tetap diproduksi, lalu pada tahun 1923 mulailah di develop mechanical movement yang powernya bersumber tidak hanya dari putaran crown, melainkan dari goyangnya OSCILATING ROTOR, yang kita kenal dengan sebutan MOVEMENT MECHANICAL AUTOMATIC WINDING atau MOVEMENT AUTOMATIC, pada movement ini sumber energi nya yaitu melalui goyangan rotor yang ada di movementnya, goyang rotor tersebut akan menguatkan main spring sehinga movement nya tetap bisa hidup,



jadi jenis mechanical movement pada dasarnya ada dua, yang pertama adalah HAND WOUND, dan yang kedua adalah AUTOMATIC MOVEMENT. Seperti yang bisa kita lihat pada gambar, pada sisi sebelah kiri ada movement NH35A buatan SEIKO yang merupakan movement Automatic, sementara yang disisi kanan adalah movement SEAGULL ST19 yang merupakan perwakilan movement Hand Wound, dan hal yang jelas menjadi pembedanya adalah adanya OSCILATING ROTOR, untuk movement yang automatic pasti ada rotornya, sementara yang Seagull, tidak ada rotornya, berarti ini adalah movement hand wound.



Untuk movement mechanical automatic itu sendiri dibagi dua jenis, ada yang movement yang full 100% automatic dan ada yang Hybrid automatic atau yang biasa disebut juga dengan modern automatic movement. Lalu sumber energynya pun dibagi dua, yang pertama adalah yang bersumber dari goyangan rotor dan yang kedua adalah dari putaran crown, biasanya movement yang full 100% Automatic itu ada di movement-movement yang lama, seperti movement SEIKO Cal.6309 atau SEIKO Cal.7S26 yang digunakan di SEIKO SKX dan di ALBA Automatic, jadi buat menghidupkan movement ini cukup digoyangkan saja, maka movementnya akan tetap hidup, karena tidak ada sumber tenaga lain selain dari goyangan rotor.



Berikutnya adalah movement Hybrid modern automatic, sumber energi untuk jenis movement ini ada 2, yaitu melalui putaran pada corwnnya dan melalui goyangan dari rotor, jadi kalau kita ingin mengisi power reserve di model movement hybrid seperti ini, bisa melalui putar pada crownnya atau bisa juga melalui goyangan di rotor nya. Pembedanya kalau yang hand wound putarannya ada batasnya, sedangkan yang automatic sudah menggunakan mekanisme yang lebih modern, jadi kita tidak harus putar terus menerus, kalaupun kita putar terus itu juga tidak akan merusak mekanis movementnya, movement ini dilengkapi dengan auto disk engage.



Jadi itulah jenis-jenis movement mekanik secara umum, untuk mudahnya ya kalau tidak automatic ya artinya manual hand movement.
Kelebihan dari mechanical movement hand wound ini selain dari keindahan dekorasinya yang indah, movement jenis ini membuat kita lebih dekat dengan jam tangan, karena movement jenis ini betul-betul butuh sentuhan tangan untuk menjaga agar jam tangannya tetap hidup.sementara kelemahan dari model movement seperti ini adalah ya pada akhirnya memang agak merepotkan karena harus diisi secara manual powernya, selain itu maintenancenya mungkin lebih sulit karena keterbatasan part yang tidak sebanyak movement jenis automatic.



Sementara kelebihan movement automatic, tentunya adalah lebih simple, karena dengan dipakai saja jam tangannya akan tetap hidup, tidak harus putar-putar secara manual.
Kelemahan dari jenis movement automatic ini, karena ada rotor pada movement ini, sehingga membuat pada jam tangan-jam tangan yang bermovement automatic akan menjadi lebih tebal, selain itu kelemahan yang full 100% automatic, sangat ketergantungan dengan goyangan pada rotor, sehingga jika tidak jam tangan tersebut tidak digunakan dalam beberapa waktu, maka jam tangan tersebut akan mati.