Pembahasan kali ini khusus buat para pencinta jam tangan G-Shock tapi syarat dan ketentuan berlaku karena sekedar suka G-Shock saja tidak cukup atau sekedar punya dana saja tidak cukup untuk bisa menilai jam tangan ini dengan benar, banyak syaratnya..

Saya selalu tertarik melihat G-Shock yang relatif mahal dan melakukan judgement, kenapa jam tangan G-Shock harganya bisa sampai sebegitu mahalnya, seperti pada waktu itu saya pernah membahas G-Shock edisi TAKASHI MURAKAMI yang harganya sampai dengan 300 jutaan, dan ada satu lagi, yang ini juga harganya kurang lebih 200 jutaan, G-Shock yang satu ini masuk ke lineup MR-G, yang material dan juga detail-detail nya unik.

G-Shock yang satu ini adalah lineup MR-G dengan model reference MMRG-B2000SH-5A atau yang lebih dikenal dengan MR.G Shougeki Maru, MR.G Kabuto atau MRG Samurai, lalu kenapa harga G-Shock yang satu ini bisa sampai 200 jutaan??

Yang PERTAMA, kita harus singkirkan dulu, perbandingan harga movement quartz digital dengan harga 200 juta, Karena mau se advance apapun, fiturnya tetap tidak akan ketemu korelasinya dengan harga jual 200 jutanya.

Berikutnya yang KEDUA, adalah harus pahami dulu kalau lineup MR.G ini pada akhirnya, adalah lineup premiumnya G-Shock atau High end levelnya G-Shock yang sudah bisa diperkirakan harganya pun tidak akan semurah harga G-Shock di lineup medium kebawah.

KETIGA, kita juga harus pahami dulu bahwa kebanyakan merek-merek mainstream dari Jepang itu selalu ada edisi-edisi yang membawa gimik-gimik yang sifatnya mengedepankan tradisi craftsmanship di Jepang, mungkin buat orang-orang di luar Jepang tidak terlalu terkenal tapi buat orang-orang di Jepang, sesuatu tersebut atau seseorang tersebut bisa jadi adalah suatu hal atau seseorang yang sangat dihormati di Jepang, seseorang yang punya bagian penting dalam tradisi craftsmanship di Jepang.

lalu yang KEEMPAT, adalah kenali dulu konsep launchingnya, berapa jumlah produksinya dan apakah edisi tersebut akan diproduksi lagi atau tidak.

Dan yang KELIMA, pastikan ketersediaan dana kalian tidak tipis karena akan jauh lebih mudah menilai jam tangan yang satu ini, kalau memang kondisi keuangan kalian tidak kekurangan.

Tapi bagaimana kalau kondisi keuangan kita pas-pasan dan ingin tetap bisa menilai jam tangan yang satu ini....

Oke jawabannya, Mari kita lihat cerita di balik jam tangan yang satu ini, pada tahun 2020, G-Shock mengandeng seorang Metalcrafter bernama Masao Kobayashi untuk membuat jam tangan ini bersama dengan seseorang orang bernama Masanao Kikuchi maka jadilah jam tangan MR-G SHOUGEKI-MARU.

Siapakah mereka dan kenapa karyanya bisa dinilai mahal, ini juga penting, paling tidak kita akan lebih mudah dalam menilai jam tangan ini...??

Masao Kobayashi adalah generasi ketiga legenda metalcrafter di SHIGA-KEN kota Otsu Jepang. sebuah keluarga Metalsmith turun-temurun yang sangat dikenal punya teknik yang unik dalam metalcrafting. Selain itu dia juga pernah mempelajari teknik gold engraving di Kyoto dan pernah menjadi Goldsmith juga. Masao Kobayashi juga dikenal baik dalam memproduksi perlengkapan logam buat kuil, dia juga dikenal baik sebagai seorang yang aktif melakukan restorasi aset budaya Jepang dan kobayashi juga aktif membuat perlengkapan logam untuk peralatan teh, seni, kerajinan dan lain-lain. jadi Masao kobayashi ini adalah seorang metal artisan yang sangat dihormati di Jepang. 

Sementara Masanao Kikuchi adalah generasi ke-15 dari Kikuchi Hojudo yang didirikan sejak tahun 1604 yang dikenal sebagai Master Casting Yamagata Castle. sejak kecil Masanao Kikuchi belajar sama pamanya dan juga ayahnya yang juga merupakan generasi ke-14 dan Masanao Kikuchi ini juga sangat terkenal sebagai metalcasting atau metalsmith yang ide-ide kreasinya cukup liar, banyak teknik-teknik baru yang ditemukan dengan tetap melestarikan teknik metalcasting tradisional dan tentunya Masanao Kikuchi itu juga adalah seseorang metal artisan yang terkemuka sangat di Jepang.

Jadi jam tangan yang satu ini adalah hasil karya kolaborasi dua metal artisan yang sangat terkemuka di Jepang, buat orang-orang Jepang pastinya akan sangat mudah menilai karya-karya kedua metalsmith terkemuka itu. Tapi kalau buat orang-orang di luar Jepang mungkin nama-nama tersebut tidak terlalu familiar atau tidak terlalu terkenal sehingga kita belum bisa menjudge dengan baik termasuk saya. sehingga sampai dengan titik ini saya ataupun kalian mungkin masih belum bisa menjustifikasi harga jam tangan ini, yang harganya bisa sampai 200 jutaan.

Kita langsung saja kita lihat, apa spesialnya jam tangan ini yang dibuat oleh 2 metal artisan terkemuka di Jepang. Tagline marketing jam tangan ini mereka sebut sebagai AN ELEGANT MASTERPIECES THAT COMBINES THE WORKS OF MASTER TO UNITED PROUD OF JAPANESE CRAFTMANSHIP AND ADVANCE TECHNOLOGY.

Sebuah jam tangan yang punya teknologi modern dikombinasikan oleh dua legenda metalcrafter di Jepang yang dibuat oleh dua Master metal artisan sebagian dari kita mungkin melihat jam tangan ini berbahan bronze padahal bukan, material dasarnya adalah Titanium yang diproses khusus sehingga tampak seperti ruster steel.

Masanao Kikuchi bersama dengan Masao Kobayashi menggunakan teknik yang disebut San Die Technique tentunya menggunakan tools khusus sehingga mampu menciptakan tekstur yang unik semua dilakukan dengan tangan bukan dengan mesin, Selain teksturnya yang unik, warna usangnya pun sangat menarik kalau kita perhatikan detail, ada aksen warna biru juga dibracelet dan dibezelnya, dan ini bukan cat melainkan proses yang disebut dengan BLUE AGED ION PLATING (BLUE AGEP IP) yang sering digunakan untuk membuat helm samurai dan persenjataan emperor Jepang jaman dulu, dan tentunya semua proses ini tidak sebentar dari mulai rotatenium menjadi warna bronze lalu diproses lagi jadi warna biru dan diproses lagi menjadi warna usang seperti yang kalian jadi di jam tangan yang satu ini.

proses ION PLATING ini mereka sebut dengan TETSU SABIJI, Titanium yang dikeraskan dengan pemanasan tinggi lalu dilapisi BROWN ION PLATING dan BLUE ION PLATING dan setelah itu BLUE ION PLATING nya, dihilangkan dengan proses khusus sehingga menjadi seperti digambar jam tangan diatas.

Lalu kalau kita lihat di bezelnya ada engravings a sanding dragon sebagai simbol kejayaan Samurai dan Masao Kobayashi yang meng-engravenya dengan tangan satu-persatu dengan teknik yang sangat advance tentunya.

jadi sangat dimungkinkan Engravings Dragon ini akan berbeda-beda antara satu jam tangan dengan jam tangan yang lain. tidak akan 100% sama detail engravingnya, walaupun sama-sama bermotif Dragon, sementara buat bagian case, mereka menyebutnya RE-CRYSTALISED TITANIUM CASE, secara teknis tentunya saya tidak tahu prosesnya seperti apa, yang pasti Titanium yang dipanaskan, dikeraskan dan dilapisi Brown Ion Plating yang diklaim mampu membuat material titanium yang lebih kuat dan tahan goresan.

dan semua proses edging dan juga engraving yang sangat detail dan advance ini, terinspirasi dari helm Kabuto pasukan samurai atau Shougeki Maru Helmet,

makanya jam tangan ini disebut MR-G KABUTO SHOUGEKI MARU, pada saat pertama kali jam tangan ini dirilis bandrol MSRP nya adalah 880.000 Yen atau setara dengan 100 jutaan, Untuk di angka ini kalau menurut saya, konsep yang disajikan G-Shock dimodel MR.G yang satu ini sangat masuk akal, itu pun saya melihatnya dari sebuah nilai tradisi Craftmantship di Jepang yang penuh dengan nilai histori dan pengerjaannya juga kalau menurut saya tidak main-main, semua prosesnya dilakukan dengan sangat detail, memadukan metal craftsmanship teknik tradisional dengan teknik modern dan orang-orang dibalik proses ini adalah orang-orang besar yang terkenal dan sangat dihormati di Jepang.

walaupun di sini kita tidak kenal mereka selain itu Kalau kita lihat hasilnya pun memang tidak main-main, sebuah karya seni yang benar-benar indah, walaupun saya yakin jam tangan seperti ini bukan selera semua orang termasuk juga saya, tapi masalahnya jam tangan ini udah digoreng-goreng harganya jadi 200 juta,

Kenapa kira-kira..? jawabannya karena jam tangan ini hanya dibuat 400 buah, untuk seluruh dunia dan sepertinya tidak diproduksi lagi, Makanya harganya lebih mahal dari MSRP menjadi dua kali lipat.

Kalian bayangin saja Masao Kobayashi meng engrave gambar naga nya satu persatu setiap jam tangannya sebanyak 400 kali, saya rasa itulah harganya, Jadi kalau kita bisa mengerti semua proses tersebut, betapa orang-orang besar itu begitu mempertahankan tradisi Jepang dan kalau kita bisa meng apresiasi jam tangan ini sebagai karya seni yang luar biasa, saya rasa paling tidak kalian bisa men justifikasi harganya, terutama buat kalian para pecinta G-Shock Premium yang punya dana banyak.

Tapi ya balik lagi, sebagus apapun itu, sebagus apapun konsep yang disajikan, sehebat apapun orang dibalik desain dan pembuatan jam tangan tersebut, tidak berarti apa-apa kalau memang tidak bisa dipakai, jam tangan yang satu ini otomatis tidak mungkin bisa saya pakai, terlepas saya punya duit atau tidak 200 juta, terlepas saya bisa men justifikasi atau tidak, jam tangan ini tetap kalau dipakai di tangan saya yang lingkarnya hanya 17cm, ya jadinya seperti ini, looks nya kelihatan tidak pantas, warnanya hampir mirip sama warna kulit saya, dan tidak mungkin saya akan beli jam tangan ini

Saya rasa cukup sampai disini, bagaimana kira-kira sampai dengan detik-detik ini, Apakah kalian sudah bisa men justifikasi jam tangan yang satu ini di harga 200 juta, menurut saya kalau harganya 100 juta masih ter justifikasi itu pun dengan asumsi saya adalah seorang hardcore fansnya G-Shock, Tapi kalau harganya 200 juta sepertinya tidak, pertama bukan selera saya, yang kedua ukuran jam tangan ini kebesaran buat ditangan saya. walaupun di luar itu saya sangat mengapresiasi konsep yang disajikan oleh G-Shock di model yang satu ini, kalau dibandingin sama G-Shock versi murah kami sebelumnya, kalau menurut saya, lebih bagusan yang ini, lebih pantas harganya.

Mau tetap beli G-Shock yang 200 jutaan...?